Menyalahkan diri sendiri!

Kadang manusia ketika gagal meraih sesuatu akan menyalahkan hal-hal lain, misalnya :
– orang lain
– properti
– alat
– alam
– gurunya
– temannya
– musuhnya
– komputernya
– hpnya
– pohon
– jalan yang rusak
– macet
– orang tuanya

Tapi siapa sangka yang menyebabkan kegagalan itu adalah diri sendiri, misalnya karena
– malas
– kurang kerja keras
– kurang motivasi
– suka bermain
– lepas tanggung jawab

Saatnya menyalahkan diri dan mengambil keputusan!

PS : foto diambil dariΒ  sini

Iklan

~ oleh GRaK pada Desember 11, 2007.

23 Tanggapan to “Menyalahkan diri sendiri!”

  1. Pertamaxxx … ah LEGA

    -Ade-

  2. Gagal juga tidak selalu salah kita seorang mas … pasti juga karena faktor diluar kita, misalnya pas mau ujian diajak nonton, iya galah lah…

    Dah ah, pamit berangkat kuliah yah, ntar gagal UTS karena seharian nongkrongin blog ini.

    -Ade-

  3. Hetrixxxx sekalian … mumpung yang punya blog lagi bobo.

    -Ade- *ditendang keluar sama grak !!*

  4. menyalahkan apapun dan siapapun karena gagal.., itu merupakan bagaimana cara berfikir. memang ada juga faktor eksternal yang menyebabkan kegagalan, itu wajar. tapi bagaimana kita menyikapinya itu yang penting.

  5. Yang penting adalah kesadaran diri dan upaya untuk memperbaikinya

  6. @ Ade :
    – dipersilahkan pertamax hehehe πŸ˜€
    – iya juga, tapi kadang orang tidak memperhatikan kesalahan dari diri sendirinya.
    – hetrikz lagi, silahken… hehehe

    @Bindrang : iyah benar banget, bagaimana cara kita menyikapinya.. .sip.

    @ deking : iyah ituh benar banget. tapi…. ah koq terasa susah yah, apa karena memang motivasi itu yang berkurang 😦

  7. semangat bro!

  8. saya lebih cenderung untuk tidak menyalahkan diri sendiri, tapi mengevaluasi kesalahan, termasuk yang diakibatkan diri sendiri.. πŸ˜€

  9. Mangkanya situ jadi Boss….

    Biar selalu benar dan ndak ada nyang berani bilang salah… πŸ™‚

  10. benul! kita seharusna isa menjadi seorang yang proaktif, jangan jadi reaktif!!!
    begidulah yang termaktub fada kitab suci yang saia fedomani selama ini

  11. klo saya bilang nda perlu menyalahkan diri sendiri, tp bersikap memperbaiki diri πŸ˜€

  12. gagal juga gak usah terlalu disesali. Jadikan saja sebagai pelajaran biar ke depan jangan sampai gagal lagi

  13. nambahi: menyalahkan kambing hitam… πŸ˜€

    btw, menyalahkan diri sendiri dalam kerangka evaluasi, OK. Tapi terlalu menyalahkan diri sendiri, bisa2 depresi lho… πŸ™‚

  14. Ketika kita selalu melihat lingkungan dan tak pernah melihat diri sendiri, kaca pun pernah menipu, sodara πŸ˜†

  15. tapi mesti ati2 juga ketika nyalahin diri sendiri. jangan sampe jadi menenggelamkan diri kita sendiri dengan perasaan bersalah.

  16. @ aRuL : thx banget πŸ™‚

    @ tukangkopi : iyah sih menemukan kesalahan diri setelah itu mengevaluasinya πŸ™‚ thx banget.

    @ mbelgedez : hahaha, jadi boz harus kerja keras dulu :))

    @ Hoek SoeGirang : iyah2, pedoman hidup macam apa tuh?

    @ aprikot : menemukan kesalahan diri bis itu diperbaiki πŸ™‚

    @ itikkecil : iyah juga, tapi gimana sifat manusia kadang ngak bisa belajar dari kesalahan πŸ™‚

    @ alief : depresi? nah itu yang aku takutin terjadi di diriku, moga2 hanya perbaikan diri yang ada.
    terima kasih πŸ™‚

    @annots : iyap benar banget πŸ™‚

    @ kamal87 : iyah2 moga2 tidak, btw makasih..

    @ all : makasih semuanya moga termotivasi πŸ™‚

  17. absent … !!

  18. Sepakat! Ketika gagal, kita tak perlu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Tapi menyesali diri secara berlebihan juga bukan hal yang cerdas dan bijak. Evaluasi dan introspeksi diri akan lebih penting dan bermakna.

  19. @ sayap-ade : aku bukan dosen koq ade πŸ™‚ hehehe

    @ Sawali : iyah pak…. makanya aku menyalahkan diriku dan mengambil keputusan dari hasil introspeksiku itu πŸ™‚
    terima kasih pak πŸ™‚

  20. Yeap, itu kan pengalihan tanggung jawab bukan bila kesalahan ditimpakan pada orang lain??

  21. @ goop : iyap πŸ™‚

  22. Objek lain benar-benar kasian harus menjadi kambing hitam buat kurban nanti… πŸ˜†

  23. @ rozenesia : hehehe, makanya jangan jadikan korban mereka, berkaca pada diri πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: