Magang mencetak orang jadi tukang!

Maklum gue masih muda banget untuk bekerja di kantor ini. Dan orang-orang masih melihat kekagumannya sama gue koq bisa-bisanya gue kerja di kantor ini padahal susah banget masuknya dan umur juga masih seumuran jagung. Bukannya mau sombong tapi emang dulunya (sekarang otak gue buntu cuman bisa ngeblog doang) gue siswa terpintar di sekolah gue, dan katanya sih nilai tes gue paling tinggi pas penerimaan di kantor itu.

Awal-awal kerja gue blum tau apa-apa yang mau dikerja secara gue baru lulus dan langsung dihadapi dengan dunia kerja, psikologinya gimana gitu loh. Frame berfikirku juga ngomong kalo aku masih muda bergaul sama yang muda-muda aja.

Nah pas gue masuk itu kebetulan ada siswa SMK jurusan akuntansi gitu yang lagi PKL aka magang gitu. Sempat kenalan dengan mereka-mereka dan gue liat ada satu yang lumayan lah.

Karena masih merasa sebagai anak ABG yang baru lulus SMA dan ketemunya sama cewek-cewek SMA jadi merasa seumuran dan ngomongnya masih rada-rada nyambung gitu. Jadinya sering-sering ketemu dan ngobrol, walau sebagian manggil pak (masih kikuk juga dipanggil pak, maklum darah muda) tapi mereka akrab dengan gue.

Akhirnya akrab juga dan mereka sangat enjoy juga ketemu dengan gue. Sambil curhat-curhat tentang orang-orang di kantor, siapa yang cerewet, siapa yang suka marah-marah, siapa yang baik hati, siapa yang suka cuek dan suka yang suka menyuruh-nyuruh mereka. Yah itu ternyata mereka kadang disuruh sama teman kantorku buat fotocopi, buat teh atau kopi, padahal mereka loh datang ke sini buat PKL dan bidang kerjanya akuntansi.

Parahnya lagi kalo ada acara-acara di luar, misalnya mantenan atau acara syukuran, semua pegawai kantoran pergi semua dan mereka meninggalkan siswa2 PKL itu menjaga kantor.

Apa? mereka tukang?

Apa karena mereka masih muda jadi mudah juga disuruh-suruh?

Apa karena kebelet akan hasil laporan yang harus baik kepada pihak sekolahnya jadi mereka mau aja?

Apa karena adanya mereka disuruh kerja sesuai bidangnya kerjaan makin lambat? atau malah mempersulit?

Apa karena ngak ada kerjaan lain jadinya mereka disuruh?

Itu paradigma yang salah terhadap perlakukan siswa ataupun mahasiswa yang lagi PKL, jika memang PKL atau magang atau ada namanya Kerja Praktek atau Kerja Lapangan harusnya sesuai dengan bidang keilmuan.

Gini-gini juga gue pernah pas kuliah magang atau Kerja Lapangan di Kantor BUMN milik pemerintah, tapi gue benar-benar merasakan itu adalah magang sesungguhnya, kita di training dan diberi penjelasan yang sesuai dengan bidang keilmuan kita. Tidak ada sama sekali penyuruh untuk menjadi babu di kantor itu.

Memang kayaknya paradigma magang di kantor ku itu harus diubah sesuai amanah pihak sekolah atau universitas yang dibebankan ke kantor itu.

Iklan

~ oleh GRaK pada November 11, 2007.

6 Tanggapan to “Magang mencetak orang jadi tukang!”

  1. yang paling ngga banget, pengalaman mentang2 magang, jd kek pesuruh kantro gratisan gitu..dikit2 disuruh ga bisa lht orang diem

  2. pikir mereka, lumayan ada yang gampang di suruh… 🙂

  3. mengutip seorang teman.
    “kita ini proletar Har”

  4. yang paling ngga banget, pengalaman mentang2 magang, jd kek pesuruh kantro gratisan gitu..dikit2 disuruh ga bisa lht orang diem

    situ mau nilai bagus nggak..???

  5. harusnya magang itu kerjanya memang di bidang masing-masing..
    😆

  6. upz.. maaf baru balas, beberapa hari ini banyak aktivitas.

    aprikot : nah itu dia ngak boleh, harus sesuai tujuan diadakannya magang, kalo memang magang pembantu sih gpp, tapi ini…. hm

    kurtubi : mentang2 udah tua yah, hm

    harriansyah : tapi proletar yang bermartabat dong hm

    celotehsaya : nah itu masalahnya 😀

    morishige : mestinya, tapi kenyataannya berbeda 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: