Menyalahkan diri sendiri!
Kadang manusia ketika gagal meraih sesuatu akan menyalahkan hal-hal lain, misalnya :
- orang lain
- properti
- alat
- alam
- gurunya
- temannya
- musuhnya
- komputernya
- hpnya
- pohon
- jalan yang rusak
- macet
- orang tuanya
Tapi siapa sangka yang menyebabkan kegagalan itu adalah diri sendiri, misalnya karena
- malas
- kurang kerja keras
- kurang motivasi
- suka bermain
- lepas tanggung jawab
Saatnya menyalahkan diri dan mengambil keputusan!
PS : foto diambil dariĀ sini

Pertamaxxx … ah LEGA
-Ade-
Gagal juga tidak selalu salah kita seorang mas … pasti juga karena faktor diluar kita, misalnya pas mau ujian diajak nonton, iya galah lah…
Dah ah, pamit berangkat kuliah yah, ntar gagal UTS karena seharian nongkrongin blog ini.
-Ade-
Hetrixxxx sekalian … mumpung yang punya blog lagi bobo.
-Ade- *ditendang keluar sama grak !!*
menyalahkan apapun dan siapapun karena gagal.., itu merupakan bagaimana cara berfikir. memang ada juga faktor eksternal yang menyebabkan kegagalan, itu wajar. tapi bagaimana kita menyikapinya itu yang penting.
Yang penting adalah kesadaran diri dan upaya untuk memperbaikinya
@ Ade :
- dipersilahkan pertamax hehehe
- iya juga, tapi kadang orang tidak memperhatikan kesalahan dari diri sendirinya.
- hetrikz lagi, silahken… hehehe
@Bindrang : iyah benar banget, bagaimana cara kita menyikapinya.. .sip.
@ deking : iyah ituh benar banget. tapi…. ah koq terasa susah yah, apa karena memang motivasi itu yang berkurang
semangat bro!
saya lebih cenderung untuk tidak menyalahkan diri sendiri, tapi mengevaluasi kesalahan, termasuk yang diakibatkan diri sendiri..
Mangkanya situ jadi Boss….
Biar selalu benar dan ndak ada nyang berani bilang salah…
benul! kita seharusna isa menjadi seorang yang proaktif, jangan jadi reaktif!!!
begidulah yang termaktub fada kitab suci yang saia fedomani selama ini
klo saya bilang nda perlu menyalahkan diri sendiri, tp bersikap memperbaiki diri
gagal juga gak usah terlalu disesali. Jadikan saja sebagai pelajaran biar ke depan jangan sampai gagal lagi
nambahi: menyalahkan kambing hitam…
btw, menyalahkan diri sendiri dalam kerangka evaluasi, OK. Tapi terlalu menyalahkan diri sendiri, bisa2 depresi lho…
Ketika kita selalu melihat lingkungan dan tak pernah melihat diri sendiri, kaca pun pernah menipu, sodara
tapi mesti ati2 juga ketika nyalahin diri sendiri. jangan sampe jadi menenggelamkan diri kita sendiri dengan perasaan bersalah.
@ aRuL : thx banget
@ tukangkopi : iyah sih menemukan kesalahan diri setelah itu mengevaluasinya
thx banget.
@ mbelgedez : hahaha, jadi boz harus kerja keras dulu
)
@ Hoek SoeGirang : iyah2, pedoman hidup macam apa tuh?
@ aprikot : menemukan kesalahan diri bis itu diperbaiki
@ itikkecil : iyah juga, tapi gimana sifat manusia kadang ngak bisa belajar dari kesalahan
@ alief : depresi? nah itu yang aku takutin terjadi di diriku, moga2 hanya perbaikan diri yang ada.
terima kasih
@annots : iyap benar banget
@ kamal87 : iyah2 moga2 tidak, btw makasih..
@ all : makasih semuanya moga termotivasi
absent … !!
Sepakat! Ketika gagal, kita tak perlu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Tapi menyesali diri secara berlebihan juga bukan hal yang cerdas dan bijak. Evaluasi dan introspeksi diri akan lebih penting dan bermakna.
@ sayap-ade : aku bukan dosen koq ade
hehehe
@ Sawali : iyah pak…. makanya aku menyalahkan diriku dan mengambil keputusan dari hasil introspeksiku itu
terima kasih pak
Yeap, itu kan pengalihan tanggung jawab bukan bila kesalahan ditimpakan pada orang lain??
@ goop : iyap
Objek lain benar-benar kasian harus menjadi kambing hitam
buat kurban nanti…@ rozenesia : hehehe, makanya jangan jadikan korban mereka, berkaca pada diri